HDPE dan PVC Perbedaannya ?
Pada masa sekarang ini, sering menjadi pertanyaan bagi pemilik rumah yang akan membangun ataupun merenovasi sebuah rumah impian adalah menentukan pipa mana yang paling tepat. Peran pipa air memang sangat vital untuk sebuah rumah hunian. Pipa yang baik akan membuat saluran air lancar tanpa sumbatan, kuat, dan tahan lama.
Bicara tentang pipa, ada banyak jenisnya di pasaran. Salah satu yang populer adalah pipa PVC (Polyvinyl Chloride), yang banyak digunakan di rumah-rumah. Tapi dengan semakin berkembangnya jaman, kini ada pula pipa HDPE (High Density Polyethylene). Keduanya dianggap penting dalam mengalirkan air dari dalam atau ke luar rumah. Jadi, mana yang sebaiknya dipilih sesuai dengan kebutuhan?
Pipa PVC (Polyvinyl Chloride)
Pipa PolyVinyl Chloride, atau disingkat PVC, adalah pipa yang sangat populer di dunia. Kelebihan dari pipa ini adalah ringan dan kuat, tidak mudah terkena korosi air karena terbuat dari plastik. Tak heran bila pipa PVC selalu menjadi pilihan utama bagi proyek-proyek perumahan di seluruh Indonesia. Pipa ini juga sangat tepat untuk dipakai untuk saluran kamar mandi, pembuangan dapur, dan lain-lain. Pemasangannya yang hanya menggunakan lem perekat membuat pipa PVC lebih dipilih ketimbang pipa besi yang harus disolder kekurangannya pipa PVC kurang lentur/ tidak flexible sehingga memerlukan banyak fitting atau sambungan.
Pipa HDPE (High Density Polyethylene)
Pipa HDPE adalah singkatan dari High Density Polyethylene merupakan pengembangan dari PE. Pipa ini terbuat dari plastik dengan elastisitas tinggi sehingga bisa digulung atau roll. Pipa HDPE sendiri lebih sering digunakan untuk kebutuhan proyek PDAM, pertanian, hingga irigasi. Pemilihan pipa HDPE ini karena bahan plastiknya non-toxic sehingga aman untuk air bersih konsumsi rumah tangga. Hal ini menutup kekurangan pipa besi yang mudah berkarat dan membahayakan bila terminum manusia.
Karena elastis dan kuat, pipa HDPE banyak digunakan masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan kontur tanah bebatuan yang curam, rawan gempa, longsor, dan tanah labil. Keberadaan pipa HDPE sudah diakui keunggulannya dan sering digunakan untuk pipa industri, perkebunan, hingga pertanian karena bentuknya yang cocok digunakan untuk kondisi lahan yang sulit.
Untuk lebih jelasnya dibawah ini terdapat perbedaan antara Pipa HDPE (High Density Polyethylene) dengan Pipa PVC (Polyvinyl Chloride).
PERBEDAAN PIPA HDPE DENGAN PIPA PVC
| PIPA HDPE | PIPA PVC |
| Pipa HDPE (High Density Polyethylene) adalah pipa yang terbuat dari bahan dasar Polyethylene dengan kepadatan tinggi, sehingga jenis pipa yang dihasilkan dapat menahan daya tekan yang lebih tinggi, kuat, lentur/flexible dan tahan terhadap bahan kimia | Pipa PVC (Polyvinyl Chloride) adalah pipa plastik yang terbuat dari gabungan materi Vinyl yang menghasilkan pipa yang ringan, kuat, tidak berkarat dan tahan lama |
| Pipa HDPE mempunyai karakteristik yang lentur (bisa digulung/roll) sehingga mengurangi penggunaan fitting atau sambungan | Pipa PVC kurang lentur/tidak flexible (tidak dapat digulung/roll) sehingga memerlukan banyak fitting dan sambungan |
| Pipa HDPE tidak berpotensi untuk mengkontaminasi air khususnya pada penggunaan untuk air bersih. Dan juga pipa HDPE tidak berpotensi sebagai media tumbuhnya lumut | Untuk PVC putih lebih tahan lama terhadap sinar UV (Ultraviolet) tetap tidak kuat menahan lumut, sebaliknya PVC abu-abu tahan terhadap lumut tetapi akan menyerap sinar UV (Ultraviolet), jadi untuk bagian yang terkena sinar matahari dalam jangka waktu yang berlanggung lama, lama kelamaan pipa akan menjadi bengkok |
| Pipa HDPE dapat digunakan untuk pipa instalasi air panas dan air dingin | Pipa PVC hanya digunakan untuk instalasi air dingin saja |
| Harga pipa HDPE relatif lebih mahal dibandingkan dengan pipa PVC | Harga pipa PVC lebih murah 30% – 40% dibandingkan dengan pipa HDPE |
