by

Drainase Lapangan Sering Gagal? Inilah Alasan Teknis Pipa HDPE Corrugated Perforated Jadi Standar Baru Proyek Modern

Sistem drainase lapangan memiliki peran vital dalam menjaga fungsi, keamanan, dan umur layanan area terbuka, baik pada lapangan olahraga, taman kota, kawasan industri, hingga area hijau dan fasilitas publik. Namun pada praktiknya, banyak proyek lapangan justru mengalami masalah drainase berulang, mulai dari genangan air, permukaan tanah lembek, hingga kerusakan struktur lapangan.

Ironisnya, kegagalan ini sering terjadi meskipun sistem drainase sudah “terpasang”. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masalah utama bukan pada keberadaan saluran drainase semata, melainkan pada desain sistem dan pemilihan material pipa yang tidak tepat.

Mengapa Drainase Lapangan Sangat Rentan Mengalami Kegagalan?

Drainase lapangan berbeda dengan saluran air konvensional. Sistem ini harus mampu menangani berbagai kondisi teknis sekaligus, antara lain:

  • Air hujan dengan intensitas tinggi

  • Air tanah (subsurface water)

  • Beban timbunan dan aktivitas di atas lapangan

  • Pergerakan tanah jangka panjang (settlement)

Tanpa pendekatan teknis yang tepat, sistem drainase lapangan akan kehilangan fungsinya dalam waktu relatif singkat.

Penyebab Teknis Umum Kegagalan Drainase Lapangan

  1. Pemilihan Material Pipa yang Tidak Tepat

Pipa konvensional seperti beton atau logam memiliki keterbatasan serius, antara lain:

  • Rentan retak akibat pergerakan dan penurunan tanah

  • Mengalami korosi pada lingkungan tanah lembab atau agresif

  • Bobot berat dan instalasi yang kaku

Dalam jangka panjang, kondisi ini menyebabkan penurunan kapasitas aliran dan kegagalan sistem drainase.

  1. Drainase Hanya Mengandalkan Air Permukaan
    Banyak sistem hanya dirancang untuk mengalirkan air permukaan, sementara air bawah tanah tetap terperangkap. Dampaknya:

  • Permukaan lapangan terlihat kering, tetapi bagian bawah tetap jenuh air

  • Stabilitas tanah menurun

  • Rumput atau lapisan permukaan cepat rusak

  1. Tidak Adanya Sistem Filtrasi
    Tanpa media filtrasi yang memadai, partikel tanah halus akan masuk ke dalam pipa dan menyebabkan:

  • Penyumbatan perforasi

  • Penurunan debit aliran

  • Kegagalan fungsi drainase dalam waktu singkat

  1. Struktur Pipa Tidak Mampu Menahan Beban
    Tekanan tanah, kendaraan pemeliharaan, dan aktivitas lapangan menghasilkan beban signifikan. Pipa dengan ring stiffness rendah akan mudah mengalami deformasi dan kehilangan fungsi struktural.

Apa Itu Pipa HDPE Corrugated Perforated?

Pipa HDPE (High Density Polyethylene) corrugated perforated adalah pipa drainase bawah tanah dengan desain bergelombang (corrugated) dan lubang perforasi, yang dirancang khusus untuk menyerap dan mengalirkan air tanah secara efektif.

Jenis pipa ini telah menjadi standar pada berbagai aplikasi, seperti:

  • Drainase lapangan olahraga

  • Sistem drainase taman dan lanskap

  • Drainase area industri dan jalan

  • Sistem pengendalian muka air tanah

Keunggulan Teknis Pipa HDPE Corrugated Perforated

  1. Perforasi Aktif untuk Drainase Subsurface
    Lubang perforasi pada dinding pipa memungkinkan air tanah dan air limpasan dari lapisan kerikil di sekitarnya masuk secara merata ke dalam pipa.
    Hasilnya:

  • Penurunan muka air tanah lebih cepat

  • Pencegahan genangan dan kondisi tanah jenuh air

  1. Struktur Corrugated dengan Ring Stiffness Tinggi
    Desain corrugated meningkatkan kemampuan pipa dalam menahan:

  • Beban tanah

  • Beban timbunan

  • Tekanan dinamis dari aktivitas di atas lapangan

Struktur ini menjaga pipa tetap stabil meskipun dipasang pada kedalaman tertentu.

  1. Material HDPE yang Tahan Korosi dan Kimia
    HDPE memiliki ketahanan unggul terhadap:

  • Korosi

  • Lingkungan tanah asam maupun basa

  • Air dengan kandungan kimia tertentu

Berbeda dengan pipa logam atau beton, HDPE tidak mengalami degradasi material dalam kondisi tanah lembab.

  1. Fleksibilitas Tinggi Mengikuti Kontur Tanah
    Sifat fleksibel HDPE memungkinkan pipa:

  • Mengikuti kontur lapangan

  • Menyerap pergerakan tanah tanpa retak

  • Mengurangi risiko kegagalan akibat settlement

Hal ini menjadikan pipa HDPE corrugated perforated ideal untuk kondisi tanah yang tidak stabil.

  1. Efektif Dikombinasikan dengan Geotekstil
    Dalam praktik terbaik, pipa dipasang bersama:

  • Lapisan kerikil

  • Geotekstil non-woven sebagai media filter

Kombinasi ini mencegah masuknya partikel tanah halus ke dalam pipa, sehingga performa drainase tetap optimal dalam jangka panjang.

Spesifikasi Teknis Pipa HDPE Corrugated Perforated

by

VIRAL! Rel Kereta Terendam Banjir Lagi, Ketahanan Drainase Diuji!

Dalam beberapa waktu terakhir, berita mengenai rel kereta api dan stasiun yang tergenang banjir kembali mencuat. Curah hujan tinggi menyebabkan gangguan perjalanan, pembatasan kecepatan, hingga penghentian operasional sementara. Bagi masyarakat, kejadian ini sering dianggap sebagai dampak cuaca ekstrem semata. Namun dari sudut pandang teknis, genangan di area rel menunjukkan persoalan yang lebih mendasar, yaitu ketidaksiapan sistem drainase dalam menghadapi kondisi hujan saat ini.

Mengapa Genangan di Area Rel Menjadi Masalah Serius?

Air yang tertahan di sekitar jalur rel bukan sekadar mengganggu operasional, tetapi juga berdampak langsung pada struktur jalan rel itu sendiri. Ketika air tidak segera dialirkan keluar, lapisan tanah di bawah rel akan mengalami kejenuhan.

Secara teknis, kondisi ini dapat menyebabkan :

  • Penurunan daya dukung subgrade

  • Pelemahan lapisan ballast
  • Migrasi material halus ke dalam ballast

  • Risiko penurunan (settlement) dan ketidakstabilan geometri rel

Inilah alasan mengapa genangan air di rel sering berujung pada pembatasan operasi demi keselamatan.

Sebagai penguat kondisi lapangan, gambar berikut memperlihatkan salah satu kasus genangan air di area stasiun dan jalur rel yang terjadi saat intensitas hujan tinggi. Pada kondisi ini terlihat air tertahan di sekitar badan rel dan area operasional, menandakan bahwa sistem drainase eksisting tidak mampu mengalirkan limpasan dan air infiltrasi secara efektif. Dokumentasi visual ini menjadi bukti bahwa permasalahan genangan bukan bersifat teoritis, melainkan benar-benar terjadi di lapangan dan berdampak langsung pada keandalan operasi perkeretaapian.

Akar Masalah: Sistem Drainase yang Tidak Lagi Relevan

Banyak jalur rel eksisting masih mengandalkan sistem drainase konvensional, seperti saluran terbuka atau pipa beton. Sistem ini pada dasarnya dirancang untuk kondisi hujan di masa lalu, bukan untuk intensitas hujan ekstrem yang kini semakin sering terjadi.

Beberapa keterbatasan yang umum ditemui antara lain :

  • Saluran mudah tersumbat sedimen

  • Pipa kaku rentan retak akibat getaran dan penurunan tanah

  • Tidak adanya drainase bawah rel yang efektif untuk membuang air infiltrasi

Kondisi inilah yang sering menjadi latar belakang munculnya berita rel tergenang banjir di berbagai daerah.

Drainase Bawah Rel: Pendekatan yang Mulai Dibutuhkan

Untuk menjaga kestabilan jalur rel, air harus dikendalikan sejak berada di bawah permukaan. Di sinilah drainase bawah rel (subsurface drainage) berperan penting.

Fungsi utama drainase bawah rel meliputi :

  • Menangkap air infiltrasi dari ballast dan sub-ballast

  • Mengalirkan air keluar dari badan rel

  • Mengurangi tekanan air pori pada subgrade

Pendekatan ini menjadikan drainase sebagai bagian integral dari sistem struktur rel, bukan sekadar pelengkap.

Peran HDPE Double Wall Corrugated Pipe

Salah satu solusi yang semakin banyak diterapkan pada proyek infrastruktur modern adalah penggunaan HDPE Double Wall Corrugated Pipe untuk sistem drainase bawah rel.

Pipa ini memiliki karakteristik teknis:

  • Dinding luar bergelombang untuk kekuatan struktural

  • Dinding dalam halus untuk aliran air yang lebih efisien

  • Fleksibel sehingga mampu mengikuti pergerakan tanah dan getaran kereta

Selain itu, HDPE double wall corrugated pipe dirancang dengan nilai ring stiffness tertentu sesuai standar internasional. Parameter ini memastikan pipa tetap stabil di bawah beban tanah dan lalu lintas kereta, sekaligus membatasi defleksi agar tidak mengganggu kapasitas aliran.

Dengan konfigurasi bedding granular dan backfill terkontrol, pipa HDPE mampu bekerja optimal di bawah beban tanah dan lalu lintas kereta api.

Gambar teknis berikut memperlihatkan detail tipikal sistem drainase bawah rel menggunakan HDPE double wall corrugated pipe, termasuk konfigurasi bedding granular, material pondasi, initial backfill, serta hubungan dengan lapisan ballast, sub-ballast, dan subgrade. Detail ini merepresentasikan prinsip instalasi yang dirancang untuk mengendalikan aliran air infiltrasi, membatasi defleksi pipa sesuai persyaratan struktural, serta menjaga stabilitas badan rel di bawah pengaruh beban tanah dan beban dinamis lalu lintas kereta api.

by

Strategi Modern Perencanaan Saluran Air Hujan untuk Cegah Banjir dengan Pipa HDPE Double Wall Corrugated

Seiring pesatnya pembangunan kawasan perkotaan serta meningkatnya intensitas curah hujan akibat perubahan iklim, sistem saluran air hujan (drainase) menjadi komponen krusial dalam perencanaan infrastruktur modern. Perencanaan drainase yang kurang tepat berpotensi menimbulkan genangan, banjir, hingga kerusakan lingkungan dan aset infrastruktur.

Oleh karena itu, dibutuhkan strategi perencanaan saluran air hujan yang tidak hanya efisien secara teknis, tetapi juga berkelanjutan, tahan lama, dan mampu beradaptasi dengan kondisi lapangan. Salah satu solusi yang semakin banyak diterapkan adalah penggunaan pipa Double Wall Corrugated HDPE sebagai material utama sistem drainase modern.

Tantangan
dalam Perencanaan Saluran Air Hujan Perkotaan

Perencanaan drainase air hujan saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, antara lain:

  • Peningkatan volume limpasan air hujan akibat berkurangnya area resapan
  • Keterbatasan lahan untuk saluran terbuka di kawasan urban
  • Variasi kondisi tanah, termasuk tanah lunak dan rawan pergeseran
  • Tingginya biaya perawatan jangka panjang pada sistem drainase konvensional

Kebutuhan material yang tahan terhadap korosi, abrasi, dan beban lalu lintas

Kondisi tersebut menuntut penggunaan sistem drainase dengan material yang kuat secara struktural, fleksibel, dan memiliki umur layanan panjang.

Prinsip
Dasar Perencanaan Saluran Air Hujan

Perencanaan sistem saluran air hujan yang andal harus mengacu pada tiga aspek utama:

1. Hidrologi

Menentukan debit air hujan rencana berdasarkan data curah hujan dan karakteristik daerah tangkapan air.

2. Hidraulika

Memastikan kapasitas aliran saluran mampu mengalirkan debit rencana tanpa menyebabkan limpasan atau backflow.

3. Struktural

Menjamin pipa dan sistem saluran mampu menahan beban tanah, beban lalu lintas, serta tekanan eksternal selama umur rencana.

Mengenal
Pipa Double Wall Corrugated HDPE

Pipa Double Wall Corrugated HDPE merupakan pipa termoplastik dengan dua lapisan utama, yaitu:

  • Lapisan luar bergelombang (corrugated)
     Berfungsi memberikan kekuatan struktural tinggi dan ketahanan terhadap beban tanah serta lalu lintas.
  • Lapisan dalam halus (smooth wall)
     Dirancang untuk memaksimalkan aliran air hujan dengan kehilangan energi yang minimal.

Material HDPE (High Density Polyethylene) dikenal memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi, bahan kimia, serta fleksibilitas yang baik terhadap pergerakan tanah, sehingga sangat ideal untuk sistem drainase jangka panjang.

Strategi
Modern Perencanaan Saluran Air Hujan dengan Pipa Double Wall Corrugated HDPE

1. Analisis Hidrologi dan Hidraulika yang Akurat

Perencanaan harus diawali dengan analisis debit air hujan berdasarkan:

  • Data curah hujan historis
  • Periode ulang (return period) sesuai fungsi jalan atau kawasan
  • Koefisien limpasan permukaan

Permukaan dalam pipa HDPE yang halus memungkinkan kapasitas aliran lebih besar dibandingkan pipa konvensional dengan diameter yang sama, sehingga sistem menjadi lebih efisien.

2. Penentuan Kelas Kekuatan (Ring Stiffness) yang Tepat

Pipa Double Wall Corrugated HDPE tersedia dalam berbagai kelas ring stiffness (SN) yang harus disesuaikan dengan kondisi lapangan, seperti:

  • Kedalaman penanaman
  • Beban lalu lintas di atas pipa
  • Kondisi tanah setempat

Pendekatan ini sejalan dengan metode desain pipa fleksibel yang direkomendasikan oleh standar internasional.

Klasifikasi Ring Stiffness Pipa Double Wall Corrugated HDPE

  • SN4 (≥ 4 kN/m²)
     Cocok untuk drainase ringan, area terbuka, atau kedalaman tanam dangkal dengan beban minimal.
  • SN8 (≥ 8 kN/m²)
     Digunakan pada saluran air hujan perkotaan, jalan lingkungan, dan area dengan beban lalu lintas sedang.
  • SN12 – SN16 (≥ 12–16 kN/m²)
     Direkomendasikan untuk jalan utama, kawasan industri, dan area dengan beban lalu lintas berat atau kedalaman tanam lebih dalam.

Pemilihan kelas ring stiffness harus berdasarkan analisis teknis dan kondisi aktual lapangan, bukan semata-mata ukuran diameter pipa

3. Desain Fleksibel untuk Stabilitas Jangka Panjang

Berbeda dengan pipa kaku, pipa HDPE bekerja dengan konsep soil–pipe interaction, di mana diperbolehkan mengalami defleksi terkontrol dan kekuatan sistem diperoleh dari kombinasi pipa dan tanah di sekelilingnya. Oleh karena itu, desain bedding dan backfilling yang tepat menjadi bagian penting dalam strategi drainase modern untuk menjamin stabilitas jangka panjang.

4. Efisiensi Instalasi dan Pemeliharaan

Bobot pipa HDPE yang relatif ringan mempermudah proses pengangkutan dan instalasi, serta mengurangi kebutuhan alat berat. Sistem sambungan yang rapat juga membantu meminimalkan kebocoran dan infiltrasi tanah, sehingga sistem drainase lebih awet dan memerlukan perawatan yang lebih rendah.

Keunggulan Pipa Double Wall Corrugated HDPE untuk Saluran Air Hujan

by

Instalasi Listrik Bawah Tanah Lebih Aman! Ini Alasan ELP Corrugated Conduit Wajib Digunakan

Instalasi jaringan listrik bawah tanah membutuhkan sistem proteksi yang dirancang secara khusus. Banyak gangguan pada jaringan listrik bukan disebabkan oleh kualitas kabel, melainkan karena pemilihan pipa pelindung yang kurang tepat. Tekanan tanah, genangan air, hingga beban kendaraan di atas jalur kabel dapat mempercepat kerusakan instalasi jika tidak dilindungi dengan baik.

Salah satu solusi yang kini semakin banyak digunakan dalam proyek infrastruktur adalah ELP corrugated conduit, yaitu pipa pelindung kabel listrik bawah tanah dengan desain dan material yang dirancang untuk kondisi ekstrem.

Kesalahan Umum dalam Instalasi Kabel Listrik Bawah Tanah

Beberapa kesalahan yang masih sering terjadi dalam instalasi listrik bawah tanah antara lain:

  • Menggunakan conduit yang terlalu kaku untuk jalur berbelok

  • Tidak memperhitungkan tekanan tanah dan beban lalu lintas

  • Proteksi kabel yang tidak tahan terhadap air dan kelembapan

Kesalahan-kesalahan tersebut dapat menurunkan keandalan jaringan listrik dan meningkatkan biaya perbaikan di kemudian hari.

Apa Itu ELP Corrugated Conduit untuk Jaringan Listrik?

ELP corrugated conduit adalah pipa pelindung kabel listrik dengan struktur dinding bergelombang yang dirancang untuk menghadapi tekanan mekanis dari lingkungan bawah tanah. Pipa ini umumnya diproduksi dari HDPE (High Density Polyethylene), material yang dikenal kuat, fleksibel, dan tahan terhadap korosi serta kelembapan.

Struktur bergelombang pada ELP conduit berfungsi untuk:

  • Meningkatkan ketahanan terhadap tekanan tanah

  • Memberikan fleksibilitas saat pemasangan jalur listrik

  • Mengurangi risiko kerusakan pipa akibat pergeseran tanah

Dengan desain ini, kabel listrik tetap terlindungi meskipun dipasang pada kondisi tanah yang tidak stabil.

Fungsi Utama ELP Conduit dalam Instalasi Kabel Listrik

Dalam sistem jaringan listrik bawah tanah, ELP conduit berperan sebagai pelindung utama kabel dengan fungsi:

  • Melindungi kabel dari beban tanah dan kendaraan

  • Menahan dampak air tanah dan kelembapan

  • Mengurangi risiko kerusakan akibat gesekan batu dan material keras

  • Menyediakan jalur kabel yang memudahkan perawatan dan penggantian

Fungsi tersebut menjadikan ELP conduit sebagai komponen penting dalam instalasi listrik yang mengutamakan keselamatan dan efisiensi.

Keunggulan ELP Corrugated Conduit Dibanding Conduit Konvensional

Berikut beberapa alasan mengapa ELP conduit semakin banyak dipilih dalam proyek jaringan listrik:

  1. Fleksibel dan Adaptif

Cocok untuk jalur berbelok, medan tidak rata, serta area dengan pergerakan tanah.

  1. Ringan namun Kuat

Lebih mudah dipasang dibanding pipa beton atau logam tanpa mengorbankan kekuatan struktural.

  1. Tahan Korosi dan Lingkungan Lembap

Material HDPE tidak berkarat dan tetap stabil meskipun berada di lingkungan basah.

  1. Umur Pakai Panjang

Dirancang untuk penggunaan jangka panjang dengan kebutuhan perawatan minimal.

Aplikasi ELP Conduit pada Jaringan Listrik

ELP corrugated conduit banyak digunakan untuk:

  • Instalasi kabel listrik tegangan rendah dan menengah

  • Jaringan listrik kawasan perumahan dan komersial

  • Proyek infrastruktur perkotaan

  • Area industri dan fasilitas umum

  • Jalur kabel listrik dengan beban lalu lintas tinggi

Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

by

Fungsi Pipa HDPE Spool Pipe untuk Jalur Buangan Air Pompa

Pipa HDPE Solid Wall menjadi pilihan utama untuk sistem perpipaan modern, terutama pada jalur buangan air pompa. Kombinasi antara pipa HDPE, stub end, dan flange memberikan kekuatan sambungan yang optimal, tahan tekanan, serta mempermudah proses instalasi dan pemeliharaan. Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Mengenal Pipa HDPE Solid Wall, Stub End, dan Flange

Pipa HDPE Solid Wall adalah pipa berbahan High Density Polyethylene dengan dinding halus dan kuat. Material ini dikenal tahan korosi, fleksibel, awet, dan memiliki biaya perawatan rendah.

Stub End HDPE adalah fitting pendek yang disambung ke ujung pipa melalui butt fusion. Komponen ini berfungsi sebagai dudukan untuk flange.

Flange merupakan cincin logam yang berfungsi untuk membuat sambungan mekanis yang dapat dibongkar-pasang. Kombinasi stub end + flange memudahkan pipa HDPE tersambung ke pompa, valve, ataupun pipa metal.

2. Fungsi dan Manfaat Pipa HDPE + Stub End + Flange untuk Buangan Air Pompa

1. Sambungan Sangat Kuat dan Tahan Tekanan

Sistem sambungan menggunakan stub end dan flange mampu menahan tekanan tinggi seperti PN10–PN16. Sambungan mekanis flange juga memudahkan proses bongkar pasang ketika pemeliharaan pada pompa diperlukan.

2. Tahan Korosi dan Zat Kimia

HDPE memiliki ketahanan kimia yang sangat baik, sehingga aman digunakan pada jalur buangan air pompa yang berpotensi membawa bahan korosif.

 

3. Instalasi Lebih Fleksibel

Struktur HDPE yang lentur membuat pemasangan lebih mudah meski jalur pipa memiliki belokan. Sistem flange juga memungkinkan instalasi modular tanpa pemotongan pipa saat pembongkaran.

4. Mudah Dipelihara

Sambungan flange dapat dilepas tanpa merusak pipa. Hal ini sangat membantu saat pembersihan pompa, penggantian valve, atau inspeksi berkala.

5. Efisiensi Hidraulik yang Lebih Baik

Dinding halus pada pipa HDPE Solid Wall mengurangi gesekan aliran, sehingga performa buangan air pompa menjadi lebih optimal sekaligus menekan konsumsi energi.

6. Tahan Water Hammer (Lonjakan Tekanan)

Sifat elastis HDPE membuatnya mampu meredam tekanan mendadak (water hammer), sehingga sistem perpipaan lebih aman dan minim risiko kerusakan akibat lonjakan tekanan.

3. Hal Penting dalam Desain & Instalasi

Untuk memastikan jalur buangan pompa bekerja optimal, perhatikan hal berikut:

  • Pilih PN (Pressure Nominal) yang sesuai dengan tekanan pompa.

  • Gunakan metode butt fusion untuk menyambungkan stub end ke pipa HDPE.

  • Gunakan backing ring flange berkualitas (galvanis atau stainless).

  • Pasang gasket karet pada sambungan flange untuk mencegah kebocoran.

  • Lakukan inspeksi rutin, terutama pada baut flange dan kondisi gasket.

4. Kesimpulan

Menggunakan pipa HDPE Solid Wall dengan stub end dan flange adalah solusi terbaik untuk jalur buangan air pompa. Kombinasi ini memberikan:

  •  Sambungan kuat & tahan tekanan

  • Ketahanan korosi dan umur pakai panjang

  • Instalasi fleksibel & mudah dipelihara

  • Performa hidraulik yang efisien

  • Reduksi risiko water hammer

Dengan pemilihan material dan metode pemasangan yang tepat, sistem perpipaan HDPE mampu meningkatkan keandalan sistem pompa sekaligus menurunkan biaya perawatan.

Referensi

https://www.shuanglinpipe.co.id/wp-content/uploads/2022/08/CARA-PENYAMBUNGAN-PIPA-HDPE-SOLID-WALL.pdf?utm_source=

https://www.jains.com/PDF/JainHDPEPipeJointing_Handling_StorageInstallationGuidelines.pdf?utm_source= 

https://www.shuanglinpipe.co.id/pe-solid-wall-pipe-apa-kelebihannya/?utm_source=

Switch The Language
    × Contact Us!

    PT SHUANGLIN PIPE INDONESIA is a joint venture subsidiary of Zhejiang Shuanglin Environment Co., Ltd. Our factory is located in CIKARANG, Indonesia. The plant covers an area of 4,000 square meters. Our company has introduced advanced production line and a professional production management team. The company mainly produces municipal and residential building water supply and drainage, sewage pipes and complete sets of systems. The product line includes HDPE/PP double-wall corrugated pipe and inspection wells for pipeline connection and other accessories.

    ADDRESS

    KAWASAN INDUSTRI DELTA SILICON 5 JL.KENARI BLOCK G.1 NO.28A-B LIPPO CIKARANG CIBATU CIKARANG SELATAN KAB BEKASI JAWA BARAT

    ADDRESS

    PT SHUANGLIN PIPE INDONESIA
    (NEW PLANT KITIC)
    Jl. Anggrek VII, Kavling No.26 Kawasan Industri Terpadu Indonesia China (KITIC ) Deltamas, Desa Nagasari. Kec. Serang Baru. Kabupaten Bekasi. Jawa Barat 17330

    PHONE

    (021) 89915151

    EMAIL

    info@shuanglinpipe.co.id